1/27/2013

Terapi Insuline Resistance dengan dr. Budi Wiweko

Di awal pertemuan, selain pemeriksaan melalui USG TV, kita juga dianjurkan untuk tes darah lengkap, termasuk pengecekan kadar LH, FSH, gula darah dan jumlah produksi sel telur. Selain itu saya juga melakukan HSG untuk mengecek kondisi fisik kelancaran sistem reproduksi saya. Misua pun juga ikut dicek. Hasilnya memang ada kejanggalan di kadar LH dan FSH saya, diperkuat juga dengan pantauan USG TV yang mengkonfimasi PCOS pada kasus saya.

Untungnya, dokter yang terbilang cukup muda dan santai pembawaannya ini memberi energi positif bagi saya dan Misua. Baginya simpel aja, daripada langsung menggeber program dengan terapi hormon yang akan membuat saya gemuk tanpa ampun, lebih baik kita fokus di akar masalah PCOS itu sendiri. Yaitu memperbaiki keadaan insulin resistance saya dengan terapi diabetes. Sekali lagi walaupun kadar gula darah saya masih di batas normal, tapi ternyata dengan mengkonsumsi obat diabetes siklus haid saya menjadi semakin lancar. Memang perlu waktu sampai 3 bulan sampai akhirnya siklus haid saya benar-benar dinyatakan teratur. Saya diberi Actos 3x1hari sebagai terapi PCOSnya dan asam folat 1x1hari untuk persiapan hamil.



Setelah itu, dokter baru fokus memperhatikan kematangan telur saya dan memperhitungkan masa subur. Sayangnya walaupun setelah itu siklus haid saya sangat teratur dan telur terbilang cukup matang (sekitar 18mm), saya tetap tak kunjung hamil. Kata dokter, selain banyak faktor yang menyebabkan hal ini, biar bagaimana pun semua itu tetap kuasa Allah SWT. Secanggih apapun teknologi, dan walaupun kita bisa mengetahui jendela masa subur kita, tak ada yang benar-benar bisa memastikan kapan telur itu benar-benar siap dibuahi. Hanya dengan pengetahuan bahwa sperma bisa bertahan 48 jam di dalam tubuh perempuan, kita bisa mengira-ngira waktu berhubungan. Selebihnya, kita hanya bisa berpasrah diri. 

Tak terasa sudah hampir setahun kami menjalani program dengan dr. Budi Wiweko. Walaupun saya dan Misua tak pernah berhenti berharap, kita berada di suatu titik di mana kita ingin istirahat sejenak. Bagaimana pun program ini cukup menyita waktu dan pikiran. Belum lagi dana sudah mulai menipis. Dan dengan kondisi yang ada, kami merasa cukup realistis untuk gak meneruskannya ke tahap inseminasi ataupun IVF. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk kembali beraktivitas normal dan mulai menabung lagi. Karena saya sadar, kesiapan mental memegang peranan penting dalam menjalankan usaha ini. Sementara ini yang bisa saya lakukan adalah menjaga siklus haid saya dengan pola hidup sehat, mencoba lagi dengan cara alami, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang membuat stress.

Wish us luck! :)