Setelah beberapa hasil test pack yang positif dan pertemuan dengan Bunda Diah, sekarang saatnya mengkonfirmasi semua itu dengan bertemu dokter kandungan. Nah inilah part yang agak tricky. Karena kehamilan ini sudah ditunggu lama, pilihan dokter kali ini bukan lagi berdasarkan dokter yang ramah dan ngemong seperti dokter di kehamilan saya sebelumnya. Tapi kita justru mencari dokter yang cukup serius menangani kehamilan yang kemungkinan beresiko seperti saya.
Di dalam pikiran kita, tak ada kandidat lain selain dr. Andi Hudono, yang kebetulan dokter terakhir yang kita datangi untuk melakukan program. Tarif beliau memang jauh di atas rata-rata dokter yang ada. Tapi demi menjaga janin ini seoptimal mungkin, apa pun kita lakuin. :)
Hasil pemeriksaan dr. Andi cukup melegakan. USG menunjukkan adanya kantong walaupun janin masih belum terlihat. Dari perhitungan hari pertama haid terakhir dan hasil USG, bisa diperkirakan kandungan berusia 6 minggu.
Rata-rata kandungan berusia 6 minggu memang belum kelihatan janinnya. Jadi semua masih dalam keadaan normal. Dokter menyuruh kita kembali lagi 10 hari kemudian untuk melihat perkembangannya. Sementara itu dia meresepkan banyak obat dan vitamin serta tes darah untuk kembali mengecek toksoplasma yang sebelumnya masih berada di grey area dan kekentalan darah. Hasil kekentalan darah bisa dilihat setelah satu hari. Dan hasilnya masih cenderung kental. Sementara hasil Tokso baru bisa dilihat setelah 4-5 hari, jadi sementara itu saya harus tetap meminum obat tokso untuk pencegahan.
Resep Dokter:
Cygest 1x1 (progesteron, penguat kandungan)
Duphaston 3x1 (penguat kandungan)
Asam Folat 1x1 (pertumbuhan sel otak)
Ascardia 1x1 (pengencer darah)
Rovamycin 3x1 (toksoplasma)
Obatnya memang banyak dan bahkan ada yang harus dimasukkan lewat vagina. Harganya apalagi... jangan tanya hahaha. Tapi lebih baik begini, saya dan Misua pun lebih tenang. :) Lagi-lagi kita gak mau over-excited seperti kehamilan yang dulu dan ternyata malah berakhir dengan gak enak. Sekarang semua tahap kita jalani satu per satu sampai semua terasa aman. Berita ini pun belum kita announce ke siapa-siapa kecuali ke keluarga inti.
Selain itu hanya bos-bos saya saja yang langsung saya beritahu begitu pulang dari dokter. Ada 2 business trip dan 1 on going project yang bebannya cukup berat, yang harus saya lakukan dalam waktu dekat. Dengan keadaan seperti ini, pastinya saya belum bisa travelling by plane dan lembur-lembur terlalu berat. Dan alasan apa lagi yang paling tepat selain jujur sejujur-jujurnya. Lagipula kehamilan ini penting banget buat saya karena kesempatannya gak datang setiap hari. Gak ada salahnya saya minta didukung di masa-masa seperti ini. :)
10/31/2014
Take it One Day at a Time
Labels:
asam folat,
ascardia,
cygest,
dr Andi Hudono,
duphaston,
JWCC,
rovamycin,
USG 2D,
week 6
10/25/2014
When God Works in a Mysterious Way :')
Setelah 2x pertemuan dengan Bunda Diah, gak kerasa saya udah mulai masuk lagi ke periode haid. Tapi entah kenapa haid saya gak kunjung datang. Dan walaupun saya rutin ke Bunda, dia juga gak ngomong apa-apa, cuma pernah sekali bergumam "hmmm... kok aku gak bisa 'liat' telornya ya?". Saya waktu itu sih emang ga curiga apa-apa. Karena kan haid gak teratur emang udah jadi langganan saya. Bisa jadi ini emang salah satunya. Jadi saya cuekin aja, walau diam-diam terus memantau.
Sehari, dua hari, tiga hari, sampai seminggu saya juga belum haid. Iseng saya bilang Misua... dia pun langsung bilang "Jangan-jangan kamu hamil". Tapi saya duluan yang akhirnya in denial trus bilang "gak lah... baru juga telat seminggu. Lagian kan pertama kali kita dipijet pas masa subur itu, telornya masih kecil-kecil".
Akhirnya setelah sabar nunggu sampe 2 minggu, saya iseng test pack. Dan gak disangka-sangka ternyata hasilnya positif. ALHAMDULILLAH. God surely works in mysterious ways. Karena udah menunggu keajaiban ini setelah sekian lama, mungkin hati kecil saya butuh penjelasan. Tapi kali ini saya bener-bener gak nemu jawabannya. Bisa jadi ini karena tangan ajaib Bunda, tapi yang pasti semua ini karena kebesaran Allah SWT. Akhirnya saya cuma bisa bersyukur terus-terusan dan menganggap semua ini sudah jalannya. Alhamdulillah rezeki yang selama ini kita tunggu-tunggu akhirnya datang juga.
Untuk meyakinkan, saya coba test pack lagi sampai beberapa kali. Dan semua hasilnya positif. Waktu akhirnya ke Bunda lagi, dia masih tetap bungkam. Baru setelah saya selesai pijat, saya akhirnya bilang ke dia "Bun aku kok test pack positif ya Bun?" Dan dijawab dengan santai sama dia "ya bagus dong positif. Orang positif mah seneng, kamu malah bingung" hahahaha. Trus dia lanjutin "iya aku emang udah curiga pas nyariin telornya kok ga ada. Ternyata udah meluncur. Sekarang udah ada nih (mungkin maksudnya bakal janinnya) tapi bentuknya baru titik doang. Kemungkinan 5 minggu. Tapi yang penting kamu sekarang ke dokter dulu."
Sukanya saya sama Bunda adalah, dia juga bukan tipe orang yang suka mengobral janji. Dia lebih suka kalo kita tetep ke dokter supaya opini dia bisa dikroscek setiap saat. Sementara itu dia akan membantu dengan cara dia sendiri.
Alhamdulillah penantian selama ini membuahkan hasil. Karena saya punya riwayat kurang baik, saat ini saya gak mau terlalu senang dulu dan memilih untuk menjalani semua ini pelan-pelan dan santai. Semoga gak ada kejutan aneh-aneh di tengah jalan dan semuanya berjalan lancar sampai waktu lahiran nanti. Amin.
Sehari, dua hari, tiga hari, sampai seminggu saya juga belum haid. Iseng saya bilang Misua... dia pun langsung bilang "Jangan-jangan kamu hamil". Tapi saya duluan yang akhirnya in denial trus bilang "gak lah... baru juga telat seminggu. Lagian kan pertama kali kita dipijet pas masa subur itu, telornya masih kecil-kecil".
Akhirnya setelah sabar nunggu sampe 2 minggu, saya iseng test pack. Dan gak disangka-sangka ternyata hasilnya positif. ALHAMDULILLAH. God surely works in mysterious ways. Karena udah menunggu keajaiban ini setelah sekian lama, mungkin hati kecil saya butuh penjelasan. Tapi kali ini saya bener-bener gak nemu jawabannya. Bisa jadi ini karena tangan ajaib Bunda, tapi yang pasti semua ini karena kebesaran Allah SWT. Akhirnya saya cuma bisa bersyukur terus-terusan dan menganggap semua ini sudah jalannya. Alhamdulillah rezeki yang selama ini kita tunggu-tunggu akhirnya datang juga.
Untuk meyakinkan, saya coba test pack lagi sampai beberapa kali. Dan semua hasilnya positif. Waktu akhirnya ke Bunda lagi, dia masih tetap bungkam. Baru setelah saya selesai pijat, saya akhirnya bilang ke dia "Bun aku kok test pack positif ya Bun?" Dan dijawab dengan santai sama dia "ya bagus dong positif. Orang positif mah seneng, kamu malah bingung" hahahaha. Trus dia lanjutin "iya aku emang udah curiga pas nyariin telornya kok ga ada. Ternyata udah meluncur. Sekarang udah ada nih (mungkin maksudnya bakal janinnya) tapi bentuknya baru titik doang. Kemungkinan 5 minggu. Tapi yang penting kamu sekarang ke dokter dulu."
Sukanya saya sama Bunda adalah, dia juga bukan tipe orang yang suka mengobral janji. Dia lebih suka kalo kita tetep ke dokter supaya opini dia bisa dikroscek setiap saat. Sementara itu dia akan membantu dengan cara dia sendiri.
Alhamdulillah penantian selama ini membuahkan hasil. Karena saya punya riwayat kurang baik, saat ini saya gak mau terlalu senang dulu dan memilih untuk menjalani semua ini pelan-pelan dan santai. Semoga gak ada kejutan aneh-aneh di tengah jalan dan semuanya berjalan lancar sampai waktu lahiran nanti. Amin.
Labels:
Bunda Diah,
Depsos,
hamil,
Positif,
program hamil,
Terapi Pijat Alternatif
Subscribe to:
Posts (Atom)

