8/31/2014

Terapi Hormon dengan dr. Andi

Saya kembali ke dr. Andi di H+3 menstruasi untuk mengecek keadaan telur saya. Walaupun haid saya sudah teratur selama beberapa bulan belakangan ini, ternyata telur saya masih kecil-kecil. Jadi untuk mempersiapkan kematangan telur, saya diberi obat Dipthen yang harus diminum 1x5 hari ke depan untuk mematangkan telur saya. Ya, Dipthen adalah salah satu bentuk terapi hormon. Tapi saya pun sudah pasrah dengan segala resikonya termasuk jadi semakin gemuk lagi. :') Selain itu saya juga dikasih Ovacare dan Asam Folat.

Dari perhitungan masa subur dokter, saya dijadwalkan untuk kembali di H+10 untuk melihat perkembangan telur. Waktu dilihat, telur saya memang membesar, tapi memang belum sampai tahap maksimalnya. Tapi dari situ perkiraan masa subur semakin bisa diprediksi. Agar memperbesar kemungkinan, saya dan Misua pun diberi beberapa tanggal untuk berhubungan. Jika saya terlambat haid sampai 2 minggu, dianjurkan untuk langsung test pack. Tapi jika haid, diminta untuk kembali lagi di H+3 untuk mengulang lagi prosedur tadi.

Sudah sampai mengulang 3x siklus, tapi sayangnya usaha ini masih belum membuahkan hasil. Saya pun sudah mulai gelisah. Langsung kebayang-bayang tahap selanjutnya yaitu inseminasi ataupun IFV. "Gimana ya kalo abis ini dokter nganjurin untuk inseminasi? Berapa persen ya kemungkinan berhasilnya? Kalau gak berhasil trus gimana?" Banyak banget pertanyaan yang berputar-putar di kepala saya. Maklum, secara finansial saya memang belum siap untuk melakukan itu semua. Kalaupun duitnya diada-adain, kita tetap merasa belum siap mental untuk menerima hasilnya.

Akhirnya sambil setengah galau, saya memutuskan untuk mencoba satu siklus lagi dengan dr. Andi. Kalau kali ini belum berhasil juga, saya dan Misua memutuskan untuk kembali beristirahat dan mulai menabung lagi. Biar gimana pun juga kan kita harus realistis dengan keadaan yang ada.

Di H+3 saya kembali diresepkan dengan Dipthen, Ovacare dan Asam Folat. Di H+12 saya disuruh datang untuk mengecek kematangan telur. Saat itu, satu telur saya berukuran 14mm dan yang satu lagi 11mm. Lain dari siklus-siklus sebelumnya, kali ini dokter menyuntik saya dengan Gonal F di perut. Saya tahu Gonal F itu adalah salah satu jenis suntik hormon, Tujuannya pun masih sama dengan Dipthen yaitu untuk memaksimalkan ukuran telur. Setelah itu saya juga diberi Ovutest selama 5 hari untuk lebih akurat mengetahui masa subur saya.

Sayangnya, setelah melakukan semua prosedur di atas, ternyata saya masih haid juga. Yah namanya juga usaha... hehehe... Walaupun akhirnya saya berhenti ke dr. Andi, tapi untungnya saya masih belum kehilangan semangat. Mungkin memang waktunya belum tiba aja. :)