2/16/2015

Antara Dokter, Rumah Sakit dan Biaya Melahirkan

Semakin bertambah besarnya perut saya, bayang-bayang melahirkan pun semakin di depan mata. Sementara saya masih belum terbayang rasa sakit melahirkannya nanti, sekarang ini saya justru sudah mulai sakit kepala melihat biaya-biaya yang harus dikeluarkan.

Pertama, saya harus mengganti obgyn yang sudah menangani saya dari awal kehamilan. Jujur saja walaupun sudah cocok banget, tapi tarif beliau memang sangat mahal. Dalam kasus kehamilan saya, saya harus check up ke beliau setiap 2 minggu sekali. Jadilah dompet sudah bolong dari awal kehamilan dan karenanya kita pun jadi tak pernah ada kesempatan untuk menabung. Belum lagi ternyata beliau hanya akan melakukan persalinan di RS Mitra Kemayoran yang jelas-jelas sangat jauh dari rumah dan kantor. Tarifnya pun berkisar antara 50-70jt. Detailnya bagaimana saya memang kurang tahu, karena sudah jelas saya gak akan mungkin bisa melahirkan dengan beliau dengan keadaan keuangan seperti ini. Sebagai seorang obgyn, dr. Andi memang sudah berhasil membuat saya merasa secure dengan kehamilan ini. Setiap bulan saya cek darah untuk memantau kekentalan darah saya. Setiap kedatangan,urine saya dicek untuk memantau kadar protein dan gula darah untuk mendeteksi apabila ada potensi preeklampsia atau gestational diabetes. Gak ada asumsi-asumsi tanpa dasar yang nakutin, ataupun yang justru kelewat meremehkan. Semua dilakukan atas dasar fakta, gak lebih dan gak kurang. Saya merasa berada di tangan yang benar. Big shoes to fill in hehehe.

Mengganti dokter pun ternyata gak gampang. Ada beberapa nama yang akhirnya menjadi kandidat besar kami. Salah satunya dr. Fitriyadi Kusuma atas rekomendasi dr. Andi. Dan yang kedua adalah dr. Aswin Sastrowardoyo, karena banyak teman saya yang ke beliau dan cukup terkesan dengan ketelatenannya menghadapi pasien. Feeling saya cukup kuat mengatakan kalau saya akan cocok dengan 1 di antara 2 dokter ini. Tapi sebelum akhirnya saya mencoba ke mereka, pertimbangan berikutnya adalah tempat mereka melakukan persalinan. Biaya melahirkan di RSPI (tempat mereka berdua praktek dan melakukan persalinan) sangat tinggi harganya. Walaupun gak semahal Mitra Kemayoran dan walaupun kantor saya bisa meng-cover sebagian dananya, angka yang harus saya tombok bisa jadi sampai 10 juta untuk persalinan normal, belum lagi jika harus SC. Bagi kami, angka itu sangat besar sekali karena ini saja belum sampai ke anggaran keperluan bayinya itu sendiri. Jadi saya pun akhirnya harus merelakan RSPI sebagai tempat melahirkan saya, walaupun secara lokasi dan familiarity saya sudah sangat nyaman di sana.

Foto dari www.rsbasih.co.id

Pilihan terbaik yang kami punya adalah RSB Asih. Lokasi gak sedekat RSPI, tapi masih bisa dijangkau dengan mudah. Riwayat medisnya pun cukup terpercaya karena banyak juga teman saya yang melahirkan di sana. Memang sih, sebenernya saya kurang sreg sama suasananya. Bangunannya lebih seperti rumah tua dan penerangannya cenderung bikin hati muram. Hehehe... tapi bismillah mudah-mudahan itu perasaan saya aja, karena yang terpenting harganya masih jauh lebih terjangkau. :P

PR berikutnya adalah mencari dokter di rumah sakit ini. Beberapa teman saya yang melahirkan di sini memang tergolong hamil badak yang gak begitu perlu penanganan khusus ketika hamilnya. Jadi agak susah juga buat menilai dokternya. Akhirnya saya pun kembali berguru ke mbah gugel untuk mencari dokter yang tepat. Pilihan jatuh pada dr. Nurwansyah. Walaupun tampaknya beliau SPOG biasa (bukan spesialis infertility atau fetomaternal), tapi banyak juga yang program dengan beliau dan kasus-kasus yang beliau tangani pun cukup beragam. Jadi rasanya sih dokter ini yang saya cari. Rencananya minggu depan saya akan datang ke dia di RSB Asih. Doakan cocok ya. Bismillah :)   

1 comment:

  1. halo. salam kenal! :)
    mau tanya mengenai dr.Andi. sedikit cerita, saya baru saja mengunjungi beliau 1x di minggu ini. sebelumnya saya dengan dr.Boy Abidin di Mitra Kelapa Gading.

    Kunjungan pertama saya dengan dr.Andi cukup OK sih, tp harus melakukan test darah lagi. baru 1 kunjungan biayanya sudah 6jt :(

    Menurut mba Nanda, bagaimana program kehamilan dengan Dr.Andi?
    Apakah tidak apa" apabila setelah hamil kita ganti dokter dengan konsultasi ke dr.Andi nya terlebih dahulu? takut gak enak hati :)

    Mohon infonya ya Mba.
    Terima kasih

    ReplyDelete