2/24/2015

Pertemuan dengan dr. Nurwansyah

Hari ini akhirnya datang juga. Hari di mana akhirnya kita memberanikan diri untuk mengganti dokter. Pilihan kami akhirnya jatuh ke dr. Nurwansyah di RSB Asih. Setelah browsing sana-sini dan tanya dengan beberapa teman, sepertinya dialah profil dokter yang sepertinya cocok untuk kami. Berita miring yang agak memberatkan tentang beliau hanyalah antreannya yang sangat mengerikan. Paling ga begitulah kata teman saya yang pernah ditangani beliau. Bayangin aja, walaupun mulainya dari sore, tapi kadang namanya baru kepanggil di jam 11 malam. Belum lagi katanya juga, dia suka tiba-tiba gak dateng pas praktek (mungkin karena ada tindakan di tempat lain). Semua ini menggambarkan bejibunnya pasien beliau. Tapi selebihnya semua review tentang dokter ini cukup positif. Terkenal cukup detail dalam usg dan mau berterus terang tentang keadaan pasien. Paling tidak hal ini cukup buat saya. Soalnya setiap dokter itu kan pasti ada plus minusnya. Kalo kita gak cobain sendiri, kita gak pernah tau mana yang bisa kita toleransi dan mana yang engga. Tiap orang kan beda-beda faktor pemilihan dokternya.

Beliau praktek dari jam 3 sore. Tapi susternya bilang, pendaftaran sudah dibuka 1 jam sebelumnya, yaitu jam 2 siang. Setelah itu antrean akan dilakukan berdasarkan orang yang pertama mendaftar. First come first serve. Maksud hati sih sampai di sana jam 2 teng, supaya dapat nomor-nomor awal. tapi ternyata saya pun ketahan sama kerjaan di kantor. Untung lokasi dari kantor cukup dekat. Jadi akhirnya saya sampai sana jam 3 sore. Sesampainya di sana, mendaftar sebagai pasien baru dulu di bagian depan dekat UGD, baru akhirnya diarahkan ke poli kebidanannya. Sesampainya di poli, saya bilang kalau ini kunjungan pertama saya. Suster menanyakan buku/data hamil saya di minggu-minggu sebelumnya, yang saya jawab dengan gelengan kepala karena saya memang tidak berhasil mendapatkan data medis saya dari JWCC... KZL! (Nanti pasti akan saya kejar data itu sampai dapat. Karena biar bagaimana pun itu kan hak pasien). Data yang saya bawa hanyalah keterangan hari pertama mens terakhir, hasil test kekentalan darah 3 bulan terakhir dan hasil USG 4D di minggu ke 22 kemarin. Saya lalu ditensi (112/72)  dan ditimbang berat badannya. Kita mendapat antran no 10 dengan perkiraan 5 antrean memakan waktu sekitar 1 jam. Jadi kalo dapet nomer 10, artinya saya baru akan masuk sekitar jam 6 sore.




Untungnya belum sampai jam 6, nama kita sudah dipanggil. Cukup lega karena artinya antrean gak sampe jam 11 malem seperti kata orang-orang. Dokternya tampaknya berusia 50an dan model orangnya santai. Kita disambut dengan celetukan-celetukan yang cukup untuk mencairkan suasana. Dan lucunya ternyata dia pun kenal dr Andi, satu almamater katanya. Setelah menjelaskan sedikit background dari kedatangan saya dan menunjukkan hasil USG terakhir, dr Nur pun akhirnya mempersilakan saya untuk di USG. Saya cukup terkesima dengan cara beliau melakukan USG, Beliau menjabarkan semuanya dengan sangat rinci. Mulai dari lingkar kepala, keberadaan otak kanan dan kiri, leher, empat bilik jantung dan tak adanya kebocoran, lingkar perut, lambung, ginjal, kandung kemih, jenis kelamin, tulang paha, berat bayi, detak jantung (163bpm), hampir semua dijelaskan satu per satu seperti ketika saya melakukan USG 4D (hanya saja dengan gambar kualitas 2D).

So far saya cukup puas dengan pertemuan pertama ini. Ada beberapa vitamin yang dia ganti. Saya cuma mengingatkan kalau saya ada keturunan diabetes (sayangnya saya lupa bilang kalau saya sebelumnya adalah penderita PCOS - dengan kondisi insuline resistance), jadi saya minta dicek gula darah karena takutnya beresiko kena Gestational Diabetes. Beliau pun akhirnya memberi surat pengantar. Selebihnya beliau gak melarang saya makan apa pun dan menekankan kalau kondisi ibu dan bayi sehat dan normal-normal saja. Dia menyarankan untuk datang 1 bulan lagi (sesuatu yang gak pernah kejadian selama saya hamil ini ~ hahaha norak). Saya akan meneruskan check up ke beliau dan so far saya bisa membayangkan proses melahirkan dengannya di RSB Asih. Doakan saja semoga semuanya lancar sampai waktunya nanti dan dia selalu ada di saat-saat paling dibutuhkan. Amiiin.

Resep dokter:

Ascardia 1x1
Calplex 1x1
Prohelic 1x1

3 comments:

  1. Wah mba, aku juga sedang pertemuan pertama dengan dokter nur nih.. Sepertinya memang dokter yang baik, ramah, dan cara bicaranya gak nakutin ya.. :))

    ReplyDelete
  2. wahhh,,saya juga pasien dr. Nur....d jamin dehh tenang lahir bathin...

    ReplyDelete
  3. dr Nur top banget deh, pinter, tenang dan gak bikin kita panik. udah gitu orangnya ramah

    ReplyDelete